Pas lagi liat2 catatan temen di fesbuk, nemu catatan yang satu ini...seneng banget bacanya, isinya bagus...sayang kalo ga disimpen...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jangan didik anakmu laki-laki
bahwa kekuatan dan keperkasaan adalah segalanya
Ajari dia untuk mencintai dan menerima dirinya apa adanya

Jangan didik anakmu laki-laki
untuk mengejar kehormatan dan kekuasaan
Ajari dia untuk mengejar cinta kasih dan kebijaksanaan

Jangan larang anakmu laki-laki untuk menangis
Ajari dia untuk mengenali dan menerima perasaannya
bahwa air mata adalah anugerah Tuhan yang indah
sehingga ia belajar untuk tidak frustasi oleh emosinya
Dan jika dewasa ia telah belajar untuk hidup dengan seutuhnya

Jangan didik anakmu perempuan
bagaimana menjadi cantik
Ajari dia untuk mencintai dan menerima dirinya apa adanya

Jangan didik anakmu perempuan
bagaimana untuk menyenangkan laki-laki
Ajari dia untuk menyenangkan Tuhan

Jangan larang anakmu perempuan
jika ia menikmati melompat, berlari, dan memanjat
Jangan larang ia jika ia suka menjelajah dan mengutak-atik benda-benda
Jangan kau paksa dia untuk duduk manis diam dan tenang
karena jiwanya yang ingin bebas jadi dirinya sendiri
dan juga rasa ingin tahunya yang telah Tuhan anugerahkan
jika kau larang maka telah kau bonsai dan kau rusak sejak dini

Isilah rumahmu dengan cinta, hikmat, dan kebijaksanaan
Bukan dengan harta, keindahan tubuh, gelar, dan kekuasaan
Bagikanlah kepada anakmu laki-laki dan perempuan
keindahan menikmati mentari pagi
Kehangatan rasa ketika menggenggam pasir
Kemesraan seekor kupu-kupu hinggap di atas bunga
Dan merdunya suara tetes-tetes hujan

Jika kau ingin anakmu rajin beribadah
Gemakan keberadaan Tuhan dalam dirimu
Ia takkan bisa kaupaksa berdoa dan sembahyang
Ketika dia tak dapat menangkap makna ibadah darimu

Jika kau ingin anakmu mencintai pengetahuan
Pancarkan rasa ingin terus belajar
Nasihatmu tak akan bisa membuatnya mau membaca
Ketika dia tak pernah menyaksikan engkau menikmati buku

Jika kau ingin anakmu penuh kasih
Tunjukkan cinta kasihmu kepadanya dan sesama
Kata-kata saja tidak akan mempan membuatnya mengasihi
Jika ia tak pernah merasakan cinta darimu

Untuk anakmu engkau adalah teladan yang utama
Tak perlu banyak kata, tiada perlu jutaan nasihat
Jika kau ingin anakmu hidup seperti yang kau inginkan ... Hiduplah demikian!



date 29.3.10


Besok mas Indra tes masuk SD........
Deg-degan ? Pasti lah. Maksudnya, saya yang deg2an, kalo anaknya sih tenang2 aja tuh *ga tau apa kalo mamanya nervous ?*  

Tesnya ada macem2 *ini berdasarkan bisik2 tetangga loh, bukan dari pihak sekolah*, ada tes kemampuan akademik (umum & agama), tes pengenalan pribadi dan lingkungan, trus nyambung psikotes.

Saya ga begitu mikirin tesnya malah, yang saya pikirin justru kemampuan mental alias keberanian mas Indra buat ngadepin tes nanti. Takutnya, dia nanti ga mau jawab pertanyaannya atau malah ga mau masuk ruangan. Mas Indra emang suka ga pede duluan kalo ketemu orang baru atau situasi baru. Dia lebih milih diam daripada ambil inisiatif meski sebenernya dia bisa. Dulu aja waktu tes masuk TK mas Indra ogah2an. Dia mau masuk ruangan *meski dengan wajah memelas*, tapi waktu dikasih pertanyaan malah sibuk mainin kursi, hanya sesekali dia mau jawab...selebihnya bolak-balik nengok ke luar ruangan nyariin saya.

Moga2 aja kali ini ga terulang kejadian kayak di TK itu. Hari ini saya mau fokus mompa semangatnya, ga mau mikir yang berat2, ga mau bayangin kejadian yang enggak2, jalanin aja dulu besok. Dia mau masuk ruangan dan jawab pertanyaannya saja saya udah amat bersyukur. Ga masalah apapun hasilnya nanti, yang penting dia sudah melakukan yang terbaik sebatas kemampuannya *ngadem2in diri sendiri nih *

Ayo sayang, kamu pasti bisa


date 25.3.10



Beberapa orang teman bilang saya bodoh karena saya masih mau repot padahal saya punya pembantu....
Saudara saya bilang saya rugi punya pembantu....
Bahkan suami saya pun bilang bahwa saya tidak bakat punya pembantu karena menurutnya ga ada bedanya antara ada pembantu ataupun tidak di rumah....
Tapi toh, saya masih mempekerjakan dia di rumah saya karena saya punya alasan untuk itu semua...

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bude Rum, itu namanya. Saya panggil dia bude karena memang dia lebih tua dari saya. Dia mulai bekerja di rumah sejak dek Rafa umur 4 bulan. Alasan utama saya saat itu adalah saya tidak bisa menghandle semua pekerjaan domestik sendirian. Mas indra masih belum siap untuk berbagi perhatian, karena memang sebelumnya hanya ada kami berdua di rumah. Akhirnya, saya memutuskan untuk mengambil seorang asisten untuk meringankan tugas saya agar saya bisa lebih fokus ke anak2.

Sejak hari pertama dia kerja, saya tidak pernah menganggap bahwa dia adalah orang yang bisa disuruh ini itu, kesana kemari, menghandle beberapa pekerjaan sekaligus sementara saya ongkang2 kaki...sama sekali tidak ! Saya menganggap dia lebih sebagai partner kerja daripada seorang pembantu.

Tiap harinya, bude Rum datang jam 7.30 dan pulang jam 12.00, atau kadang2 malah pulang lebih awal jika kerjaan sudah beres. Dia hanya masuk pas hari kerja, jadi pas hari libur atau tanggal merah dia ikutan libur. Sehari2, anak2 dan urusan dapur adalah bagian saya, selebihnya dia yang pegang. Terkadang, saya bantu juga kerjaan dia saat bagian saya udah beres dan saya lagi ga ngapa2in. Enak di dia ? Mungkin. Salah di saya ? Saya rasa tidak, daripada saya ga ada kerjaan, mending saya bantuin kerjaan dia, kan itu untuk rumah saya juga. Saya paling ga suka kalo ga ada yang dikerjain. Mendingan capek tapi puas daripada bengong....

Soal bayaran yang dianggap lebih tinggi daripada temen2nya yang kerjaannya sama *atau bahkan lebih berat ?*, saya anggap itu pantas. Bude Rum udah hampir 3 tahun ikut saya, dan rasanya wajar jika dia udah dapat kenaikan gaji beberapa kali. Ga ada yang perlu diributin....terserah saya kan mau kasih dia berapa...*kenapa mesti orang lain yang rese ?*

Saya suka bangun pagi untuk nyiapin sarapan....
Saya suka masak sambil nyuapin dek Rafa sekaligus bantuin persiapan mas Indra saat berangkat sekolah.......
Saya suka bersih2 kamar, lemari dan menyusun ulang buku2 dan majalah, karena memang saya tidak ijinkan bude Rum untuk melakukan itu *ada beberapa bagian di rumah yang saya anggap privasi *......
Saya menikmati semua yang saya lakukan *meski kadang saya suka ngeluh juga kalo ga sempat punya waktu untuk istirahat*...but still, I do enjoy it....

Saya hanya punya satu alasan: saya ingin memberikan teladan buat kedua buah hati saya. Kalau bukan saya, siapa lagi yang bisa mereka tiru ? Punya pembantu tidak lantas berarti saya melegalkan sikap sok juragan di rumah. Selama masih ada yang bisa dilakukan sendiri kenapa harus pembantu yang ngerjain ? Sekali lagi saya tegaskan, dia bukan bawahan saya tapi partner kerja *hhhheee...keren ya ?* Saya bisa ngomel kalau anak2 ga mau beresin mainan, teriak minta dilayanin *diambilin makan, minum, plus disuapin* gara2 keasikan main game di PC, atau ninggalain piring / gelas kosong begitu aja tanpa mau naruh di wastafel.

Saya ingin, jika saatnya tiba nanti mereka udah terbiasa untuk mandiri. Tidak mungkin bagi saya untuk terus mempertahankan bude Rum. Akan tiba masanya saya harus melatih anak2 untuk berbagi tugas di rumah. Entah kapan saya juga belum bisa memastikannya, bisa jadi beberapa bulan lagi atau bahkan beberapa tahun lagi. Yang pasti, saat anak2 siap, bude Rum pasti akan saya lepas....


date 13.3.10